22.08

Est cela juste un autre rêve ?

Diposting oleh Johan Tampubolon

Membaca judul entri saya sendiri, Is this just another dream ?. Entahlah. Pertanyaan retoris. Memang eksis untuk jadi pertanyaan. Tanpa mengharapkan jawaban. Atau ungkapan. Senyum, tawa, atau ejekan. Hee, memang abu - abu ya. 
Saya melahirkan entriini, sesuai manusiawinya manusia. Butuh rumah. Ya. Semua orang butuh tempat dimana tanpa mengenakan topengpun, dirinya bisa diterima. Hm.. saya tersentak sekali saat membaca bagian belakang buku No Volvere - Ita Sembiring Atau, saya kutip ya. 

Kutipan:Rumah adalah ruang semua rindu buat ayah, ibu, dan saudara-saudaramu. Tempat kau melepas lelah sejenak setelah mengejar mimpi seharian penuh. Rumah adalah satu-satunya tempat kau bisa melihat lebih dekat rupa cinta itu. Rumah adalah tempat kau tak perlu berdusta atau khawatir diolok-olok karena menangis terlalu keras.

Hampir semua makhluk di dunia ini punya rumah. Ikan, burung-burung, bahkan tikus tanah sekalipun. Semuanya… kecuali aku. Perang membuatku terbang tak tentu arah, tanpa tujuan. Sayapku semakin lelah dan tubuhku kian penat. Aku ingin bersandar di peluk ibuku, mendengar lelucon konyol adik-adikku, hingga tertidur dalam belaian suara ayahku. Tapi seperti rumah, nasib juga menyeret pergi semuanya itu.

Aku sendiri, sekarat dalam himpitan sendu. Air mataku menderas hingga menganak sungai. Di mana Tuhan di saat seperti ini? Butakah Dia, tulikah Dia mendengar jerit relungku? Di mana rumahku? Di mana cinta itu? 

That moment, with étoile solitaire

Etoile Solitaire. Lone Star. lonestar. Tadinya, saya hendak menamai rumah singgah ini begitu. Bintang yang kesepian? Bintang tunggal? Entah apa arti aslinya. Saya malah bertanya, dari mana kira - kira asal kata yang aneh itu? hehe. Absurd.
Entahlah, momen ini, saya merasa begitu sepi dan lelah. Bukan, saya tidak menggambarkan seseorang yang dengan meletakkan dirinya pada kondisi terendah untuk mengharap belas kasih. Wah, maaf saja. Salah orang. Saya tidak mengharapkan yang palsu lagi. Sudah terlalu banyak kepalsuan dalam dunia saya. Kembali ke masalah tadi. Sepi. Entahlah, seakan saya sendiri. Sepi kadang berarti nikmat, dan kebebasan. Tapi, di waktu yang lain, bisa berarti penderitaan, dan kurung besi. Both happens at the same time to me. Entahlah, pengaruh Aqua age, mungkin? hehe. Tapi saya makin tua, kelihatannya. Minggu lalu di bulan ini saja saya tiba - tiba (??) 16 tahun. Hmm... kenapa waktu seperti terbuang sia - sia ya? Masih banyak sekali yang harus dipelajari.

Ehm, ini nyopet dari thread saya disebuah forum. Buat ngisi-ngisi ini tempat, (supaya si sir ndak marahhh)

21.45

Ups. Sori.

Diposting oleh Johan Tampubolon

.

Sungguh. Gambar diunggah (dari despair.com) tanpa maksud menyamakan saudara-saya-yang-satu-lagi dengan burung. Atau memberi wujud "binatang" pada pihak-pihak terkait lain. Namun, kalau ternyata persepsi yang muncul berbeda, silahkan.

"Saya kesini nawarin maaf" *Jualan nih, jualan.     "Kalo mas mau ambil sekarang, bayarnya bisa besok atau besok lusa. Sesuai slogan kami, 'Do It Later', kami senang melakukan segalanya besok. Atas nama procrastination, tentunya."

.

Kepada yang ingin muntah, atau sekedar bergumam "hah?", dipersilahkan. Karena tulisan ini berhenti sampai sini.

Za, percaya kan, kau, sekarang? Gimana (najisnya, hinanya) tulisan orang yang lagi seret ide?

13.14

Histeria Megalomania

Diposting oleh MR Reza



Rasa takut mencekam
menyeruak dari balik kabut malam yang kelam

Langit berubah merah darah
Dan gagak berjatuhan

Tidak.
Jangan sekarang.

Saraf meregang, kemudian putus
Tak ada yang bisa disentuh.
Tak ada.

.....

Otak muntah, banyak sekali
cairan hijaunya berpendar panik dalam kegelapan

GGGGGila....

Akal sehat terbang bebas meninggalkan
berjoget sendirian di pinggir jalan

Terkekeh-kekeh tertawa di bawah lampu merah
menatap deru kendaraan lewat